Biggest lesson I’ve learned this year is that you can’t force someone to properly communicate with you & work things out. You can’t force someone to see your love is worth holding onto, eventually they will come to the realization themselves. If they want to run, let them run.
Kalau hanya akan mengeluh tentang rezeki, lebih baik kamu menahan diri dalam berucap. Ucapkan saja ungkapan-ungkapan syukur, sekalipun sebenarnya hatimu begitu berduka dan menyimpan banyak protes. Karena tak ada satu pun manusia yang berhak mendapat keluh dukamu itu. Karena tak ada satu pun manusia yang sanggup mengabulkan protesmu itu. Karena Dialah Allah, dan hanya Allah.
— Taufik Aulia
Kenapa perlu ada double standard antara penyakit fizikal dan penyakit mental?
E.g. cancer vs bipolar.
When someone said s/he has been diagnosed with a cancer, we sympathetically advise them to get treatment. But when another person said s/he has mental health disorder, we turn to be judgemental with all derogatory comments we could possibly find.
“Kau stress sebab kau jauh dari Tuhan.”
“Kau rasa nak bunuh diri? Ah perasaan je tu. Zikir lah banyak-banyak.”
“Kalau ingat Tuhan, mesti dia tak jadi gila macam tu”
“Buatlah solat taubat.”You tell me what’s wrong with these advice?
Double Standard.
Yang punya masalah jiwa bukan tentu kerana dia tiada iman. Bukan juga kerana hidupnya tak berTuhan.
Both cancer and bipolar, they can kill. So be careful with your ‘advice’. Tak salah nak nasihatkan mereka yang sakit jiwanya supaya dekatkan diri dengan Tuhan. Tapi ingat, mereka juga layak dipujuk untuk dapatkan rawatan dan konsultasi dari yang ahli. Jangan sesekali pandang remeh sampai memperlekehkan.